Hasil malas malasan
Kampus tempat saya kuliah sekarang tidak bisa dibilang hanya sebagai tempat menimba ilmu serta penelitian. Bertemu dengan teman, berinteraksi dengan dosen, mengerjakan tugas, dan lainnya. Tetapi bagi saya sekarang, kampus seperti rumah kedua. Tempat untuk bersosialisasi, melepas lelah, bahkan tidur supaya tidak kesiangan kuliah pagi.
Keadaan semua berubah ketika negara api menyerang. Rumah kedua ini tak nyaman, rumah kedua ini tak berasa ‘rumah’, rumah kedua ini tak ada yang memiliki
Mungkin kalau dirumah ada orangtua yang mengatur segala kegiatan kita, untuk membuat kita menjadi lebih baik, dan bertata krama, serta punya aturan.
Rumah kedua ini berbeda, tak teratur, tidak jelas keadaan kepemilikannya, berantakan.
Rumah pertama dan rumah kedua, setidaknya memiliki sebuah kesamaan. Sehingga ada rasa kenyamanan dan rasa ingin kembali kerumah
— Ali bin Abi Thalib (via wahyupratomo)